Rabu, 13 Juni 2012

Besok, Hendarman Supanji Dilantik Sebagai Kepala BPN


Hendarman Supanji - Kepala BPN RI yang baru
Informasi yang dihimpun JP dari pemberitaan media elektronik, bahwa pada hari ini Presiden SBY telah mengumumkan pengangkatan beberapa pejabat negara baru, diantaranya adalah Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan diisi oleh Hendarman Supanji.  Hendarman mengantikankan Kepala BPN yang lama – Joyo Winoto.
 Hendarman Supandji lahir di Klaten, Jawa Tengah, 6 Januari 1947 adalah mantan Jaksa Agung Indonesia sejak 9 Mei 2007 hingga 24 September 2010. Ia menggantikan Abdul Rahman Saleh dan digantikan oleh Wakil Jaksa Agung Darmono (sebagai pelaksana tugas).
Sebelum diberhentikan, sejak tanggal 22 September 2010 keabsahan jabatan Hendarman diperdebatkan menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan sebagian gugatan Yusril Ihza Mahendra terhadap masa jabatan jaksa agung dalam UU No. 16 Tahun 2004. 
Pelantikan akan dilakukan besok, Kamis (14/6).  Selain Kepala BPN,  Pejabat yang akan dilantik adalah Dr Rudi Rubiandini sebagai Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Chatib Basri sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Nafsiah Mboi sebagai Menteri Kesehatan(aws)


Baca Selengkapnya...

Sabtu, 09 Juni 2012

Peserta Kecewa Sosialisasi Tak Dihadiri Pemprov


Suasana Pertemuan Sosialisasi Di Sidangoli
Kegiatan sosialisasi penegasan batas daerah yang dilakukan oleh Konsultan Pelaksana Kegiatan Penegasan Batas Daerah dari Kementerian Dalam Negeri yang bertempat di Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat, pada  sabtu (9/6) mengalami deadlock dan tidak bisa dilanjutkan.  Hal ini disebabkan karena adanya protes dari beberapa peserta yang menyoal ketidakhadiran Pihak Pemerintah Propinsi Maluku Utara.

Acara yang dihadiri oleh 3 Pemerintah Daerah, masing-masing Kabupaten Halmahera Barat,  Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur, sejatinya harus dihadiri pihak Pemerintah Propinsi Maluku Utara, selaku wakil pemerintah di daerah yang diharapkan bisa menjadi penengah dalam pembahasan persoalan batas daerah.  Namun sampai batas waktu sesuai jadwal yang disampaikan dalam undangan.  Tak ada seorangpun perwakilan Pemerintah Propinsi Maluku Utara yang datang menghadiri acara.

 Ketika acara dimulai, setelah pengantar kata oleh Camat Jailolo Selatan, dan akan diserahkan kepada pihak Konsultan untuk menyampaikan penjelasan.   Sontak saja, salah seorang peserta yakni Camat Wasile Selatan  menginterupsi dan meminta pertemuan ini dihentikan dahulu karena tidak ada seorangpun dari Pemerintah Propinsi Maluku Utara yang hadir. “ Saya pikir pertemuan ini tidak efektif, karena pembahasan kita hari ini adalah menyangkut persoalan krusial,  Persoalan batas antar daerah “. “ Harus ada pihak Propinsi Maluku Utara yang hadir di tempat ini”.  Semburnya.

Pendapat senada dilontaran oleh Asisten Bidang Tata Pemerintahan Setda Kota Tidore Kepulauan – Mochtar Sangaji.   Menurutnya persoalan batas daerah adalah bukan persoalan sepele tetapi persoalan harga diri sehingga yang perlu dibahas dengan serius. ” masa kita dari daerah Kabupaten/Kota saja  begitu antusias datang dari jauh untuk membicarakan ini,  tapi yang ada justru malah pihak Pemerintah Propinsi yang tidak menunjukkan batang hidungnya”, semprot Mochtar dengan nada tinggi. “ Ketidakpuasan atas ketidak hadiran pihak Pemprov, bukan hanya oleh 2 peserta tersebut, tetapi sebagian besar peserta lain pun ikut menyampaikan pendapat yang berisi kekecewaan dan kecaman atas ketidak hadiran pihak Pemprov Malut. 

Peta Rencana Pemasangan Pilar dari Konsultan Depdagri

Menanggapi pernyataan keras dari beberapa peserta tersebut, pihak konsultan mencoba memberi pemahaman.  Oleh ketua Timnya, menyampaikan bahwa maksud dilakukan kegiatan ini adalah, pihak konsultan hanya ingin memberikan penjelasan tentang rencana kerjanya. “ Hari ini kami hanya melakukan sosialisasi untuk menjelaskan rencana kerja kami”, ujarnya.  “ Kami tidak akan berbicara tentang kebijakan,  kami pun tidak akan secara sepihak langsung menetapkan pilar batas’.   Pilar batas dapat dipasang setelah ada persetujuan kedua belah pihak yang berbatasan”, tuturnya.  Karena banyaknya aspirasi yang menganggap forum sosialisasi tidak efektif, sehingga untuk menyikapi psikologi forum yang makin memanas, akhirnya pihak konsultan memutuskan pertemuan sosialisasi ditunda, dan akan dijadwalkan kembali setelah mereka berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Maluku Utara. 

Acara akhirnya ditutup oleh Camat Jailolo Selatan – David Safiun.  Peserta pun membubarkan diri dan menuju kantor Camat Jailolo Selatan untuk makan siang bersama, sebelum akhirnya kembali ke Daerah asal masing-masing.  Peserta dari Kota  Tidore Kepulauan yang hadir pada acara tersebut adalah Asisten Bidang Tata Pemerintahan- Mochtar Sangaji, Kasubag Pemerintahan Umum- A. Wahid Saraha, Camat Oba Utara – Husin Abbas serta Kepala Desa Kaiyasa – Arifin Husen dan 3 orang tokoh masyarakat asal Desa Kaiyasa(aws)

Baca Selengkapnya...

Pemkot Kirim Tim Selesaikan Masalah Tanah Siokona, Roy dan Somahode

Suasana Pengukuran Tanah di Dusun Siokona Desa Akesai
Menyikapi beberapa permasalahan tanah yang terjadi di masyarakat, Pemkot Tidore Kepulauan mengirimkan timnya pada hari Jumat (8/6) untuk meninjau lokasi dalam rangka melihat langsung objek tanah yang disengketakan serta mengambil langkah dalam mengidentifikasi pokok permasalahan.

Tim dipimpin oleh Asisten Bidang Tata Pemeritahan – Mochtar Sangaji dan beranggotakan Kabag Pemerintahan – Saleh Mahifa serta beberapa staf Bagian Pemerintahan berangkat dari Pelabuhan Goto sekitar pukul sembilan pagi menuju Pelabuhan Loleo.  Tiba di Loleo, tim melanjutkan perjalanan menuju Kantor Camat Oba Tengah dan disambut oleh Camat Oba Tengah yang baru – Yunus Musa dan Kepala Desa Akesai.  Setelah berdiskusi  sebentar,  Tim melanjutkan perjalanan menuju Desa Akesai tepatnya di Dusun Siokona.


Pertemuan Dengan Kepala Desa Somahode
Tiba di Siokona langsung diadakan pertemuan singkat dengan Pemerintah Desa dan Dusun serta tokoh masyarakat setempat, dilanjutkan dengan pengukuran objek tanah sengketa.  Dalam pengukuran tersebut, didampingi juga oleh pihak penggugat tanah atas nama Samaun Yusuf. Selesai pengukuran di Siokona, perjalanan tim dilanjutkan menuju Dusun Roy di Desa Aketobolo untuk mengidentifikasi persoalan tanah yang hampir sama  terjadi disana.  Di Dusun Roy, Tim telah ditunggu oleh pihak masyarakat penggugat tanah dan bersama-sama langsung menuju objek tanah untuk melakukan pengukuran.   Tidak memakan waktu lama, tim berhasil menyelesaikan pengukuran dan menyisihkan waktu untuk berdialog dengan masyarakat setempat, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Oba Utara. 
Pengukuran Di Dusun Roy Desa Aketobololo
Sampai di Kecamatan Oba Utara, Tim beristrahat sejenak di sebuah Rumah Makan di Desa Galala dan masing-masing personil tim langsung memesan menu makan siang.  Setelah itu menuju mesjid Galala untuk melaksanakan Sholat Jumat.   Usai sholat, kembali ke Rumah Makan tersebut untuk makan siang. Setelah makan siang, tim menuju ke Desa Somahode dan diterima langsung oleh Kepala Desa Somahode di Kantor Kepala Desa.  Setelah melakukan dialog dengan Kepala Desa, tim menuju ke Objek tanah sengketa yang diatasnya telah berdiri sebuah bangunan Sekolah yakni TK Aisyiah.  Dengan bergerak cepat personil tim melakukan pengukuran tanah. Setelah itu melihat bukti kwitansi yang dibawa oleh Kepala Desa Somahode.  Setelah mendapat data dan informasi yang lengkap, tim akhirnya berangkat menuju ke pelabuhan Sofifi untuk kembali ke Tidore.   Ketua Tim – Mochtar Sangaji, berjanji akan segera mengambil langkah penyelesaian setibanya di Tidore(aws)


Baca Selengkapnya...

Kamis, 07 Juni 2012

Dari Acara Penerimaan Piala Adipura ( Satgas Sogoroho Gam Dijanjikan insentif 51 Juta)



Sekitar jam 10.00 WIT,  Piala Adipura ke- 6  yang  ditunggu kehadirannya, tiba di halaman Kantor Walikota Tidore Kepulauan.  Ternyata yang membawa  piala bukan Walikota –Achmad Mahifa seperti yang diperkirakan sebelumnya.   Akan tetapi oleh Staf Ahli Walikota – Abbas M. Arsyad bersama Kadis Tata Ruang dan Kebersihan – Yunus Badar serta Kaban Lingkungan Hidup –Nurbaiti Fabanyo.   Rombongan pembawa piala diiringi konvoi beberapa kendaraan dinas sebagian Pimpinan SKPD mengelilingi Pulau Tidore.  Info yang diterima bahwa, Walikota – Achmad Mahifa belum datang karena masih singgah di Kota Makassar, berhubung putri beliau – Rahmi Mahifa baru saja melahirkan anak pertama kemarin (6/6) di Makassar.

Acara penjemputan dilakukan seperti biasa, dihadiri oleh beberapa unsur Muspida, termasuk  Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan - Anas Ali.   Yang menarik juga pada acara tersebut adalah diundangnya para Tenaga Sukarelawan pembersih lingkungan atau yang dikenal dengan sebutan Satgas Sogoroho Gam (Pembersihan Kampung).  Untuk diketahui bahwa, Pemkot Tidore Kepulauan memiliki Satgas Sorogo Gam yang beranggotakan masyarakat yang bertugas melakukan pembersihan di dalam Kota.  Mereka diberi insentif setiap bulan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang nilainya terus bertambah setiap tahun karena keberhasilan Pemkot meraih piala Adipura.

Wakil Walikota – Hamid Muhammad,  ketika menyampaikan sambutan pada acara penerimaan tersebut, menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak teristimewa seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang telah berpartisipasi dalam menciptakan kondisi Kota Tidore Kepulauan yang bersih dan asri.  Selain itu beliau juga menjanjikan akan memberikan insentif sebesar 51 juta rupiah kepada 51 orang anggota Satgas Sogoroho Gam.  Satgas ini dikatakannya, punya peran dan jasa besar dalam melaksanakan pembersihan di dalam kota. ” Pa walikota telah menyampaikan kepada saya, agar memberikan insentif sebesar 51 juta kepada 51 orang Satgas Sogoroho Gam”.  “Semoga apa yang diberikan ini bisa bermanfaat”.  “jangan dilihat nilainya,  tetapi ini semua adalah wujud rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus dari Pemda atas apa yang bapak/ibu perbuat untuk daerah ini ”.  Di akhir sambutan beliau meminta kepada semua pihak agar pada tahun yang akan datang prestasi ini terus dipertahankan. 

Setelah penyampaian sambutan,  acara dilanjutkan dengan penyerahan Piala Adipura dari salah seorang perwakilan anggota Satgas Sogoroho Gam yang tertua kepada wakil rakyat dalam hal ini diterima oleh Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan – Anas Ali.   Selanjutnya piala tersebut diserahkan oleh Ketua DPRD kepada Wakil Walikota – Hamid Muhammad.  Hadir dalam acara penerimaan piala Adipura, para Unsur Muspida, Kepala Dinas, Kantor, Badan dan Bagian.   Beberapa Camat, Lurah daan Kepala Desa serta dipadati oleh puluhan pegawai kantor walikota yang terlihat begitu antusias hadir menyaksikan acara tersebut(aws)

Baca Selengkapnya...

Rabu, 06 Juni 2012

Langit Tidore Cerah Sambut Piala Adipura Ke - 6

Walikota dan Rombongan Berpose di Depan Istana Negara

Pagi ini Kamis, 7 Juni 2012, suasana Kota Tidore Kepulauan sangat cerah.  Gunung Kie Matubu yang biasanya ditutupi separuh awan, kali ini terlihat jelas tanpa halangan sejumput awanpun.  Suasana  jalanan dalam kota diatas jam 8 pagi terlihat padat dan sibuk seperti biasa. Aktivitas masyarakat berjalan normal.  Beberapa sudut kota yang dilewati JP terlihat aparat Kepolisian berjaga-jaga.  Salah satunya adalah di perempatan lampu merah Tomagoba. Terlihat 5 orang Polisi berseragam lengkap berdiri memantau aktivitas lalu lintas kendaraan.

Suasana kantor Walikota hari ini tidak seperti biasanya. Sudah Jam 8 lebih, suasana masih terlihat lenggang.  Hal ini karena hari ini sebagian besar Pimpinan SKPD atau para Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian, bahkan  Camat dan sebagian  Lurah  Kepala Desa sedang menunggu untuk menjemput kedatangan Piala Adipura di Pelabuahn Rum, yang menurut informasi akan dibawa langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan – Achmad Mahifa dan rombongan, yang rencananya pagi ini tiba dengan Pesawat Batavia Air.

Spanduk Baliho Menyambut Kedatangan Piala Adipura Ke - 6
 Informasi dari Bagian Humas dan Protokol bahwa terdapat beberapa pejabat yang langsung menuju Ternate dan menjemput kedatangan Walikota dan rombongan pembawa piala  yang merupakan penghargaan tertinggi bagi Daerah yang dinilai baik dalam pengelolalaan kebersihan lingkungan. Pejabat tersebut diantaranya, Kabag Humas dan Protokol – Abbas Mahmud dan Asisten Bidang Tata Pemerintahan – Mochtar Sangaji.

Di kantor Walikota, tepatnya di depan Aula Sultan Nuku, terlihat telah tertata rapi dengan kursi- kursi yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Piala Adipura.  Pada latar belakang terlihat spanduk baliho besar bertuliskan “ Selamat Datang Adipura Ke- 6 Di Kota Tidore Kepulauan.  Dalam spanduk terlihat gambar Walikota bersama beberapa Kepala Dinas yang berfoto dengan piala Adipura di depan Istana Negara Jakarta.   Sekedar diketahui bahwa Kota Tidore Kepulauan, telah meraih prestasi Kota Adipura selama 6 kali secara berturut-turut.  Dimulai sejak tahun 2007, ketika Pemerintahan Tikep masih dipimpin Walikota – Achmad Mahifa dan Wakil Walikota – Salahuddin Adrias.  Prestasi ini terus berlanjut di era Walikota – Achmad Mahifa  dan Wakil Walikota Hamid Muhammad sejak tahun  2011 sampai 2012.  So bagaimana keriuhan suasana pada penerimaan piala Adipura nanti,  kita tunggu saja (aws).


Baca Selengkapnya...

Selasa, 05 Juni 2012

Rapat Perdana, Kabag Tekankan Disiplin

Suasana Rapat Staf Bagian Pemerintahan (5/6-2012)
Setelah dilantik sekitar sebulan lalu, Kabag Pemerintahan yang baru - Drs Saleh Mahifa menggelar rapat perdana dengan seluruh staf Bagian Pemerintahan.  Rapat dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Juni 2012 mulai pukul 10.00 WIT bertempat di  Ruangan Rapat Bagian Pemerintahan Setda.

Dalam rapat yang dihadiri oleh sebagian besar pegawai Bagian Pemerintahan, Kabag Pemerintahan  menekankan tentang  pentingnya disiplin, terutama disiplin waktu. Beliau mengatakan bahwa sejak pertama kali menjalani  aktivitas sebagai Kabag Pemerintahan di lingkungan Sekretariat Daerah, terlihat bahwa, kehadiran pegawai masuk kantor di Kantor Walikota rata-rata diatas jam setengah 9. “ Saya perhatikan, selama saya beraktivitas di lingkungan Setda, ketika masuk kantor jam 8 pagi, belum ada seorangpun pegawai muncul di kantor”.   “ Saya coba keliling ke bagian-bagian lain, ternyata situasinya sama”. Ujar kabag disaat menyampaikan pengarahan umum.  

Sehubungan dengan hal tersebut, beliau mengingatkan kepada seluruh staf bagian Pemerintahan agar dapat mentaati ketentuan jam masuk kantor dan pulang kantor. ”  Jam Dinas Kantor adalah masuk Jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore.   “Saya berharap agar kedepan, khusus pegawai bagian Pemerintahan, agar dapat mentaati ketentuan jam masuk dan pulang kantor, masuk jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore”.  “Waktu istrahat adalah 1 Jam dari jam 12.30 sampai dengan jam 13.30”, lanjut kabag.  Kabag juga menambahkan bahwa, beliau menginginkan agar bagian pemerintahan dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam disiplin terutama ketaatan terhadap jam dinas.

Rapat yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut,  Kabag meminta 2 Kasubbag, masing-masing Kasubbag Pemerintahan Umum dan Kasubbag Pengembangan Otonomi Daerah menyampaikan laporan terkait kegiatan yang dikelola oleh 2 kasubbag tersebut. Laporan tersebut kemudian ditanggapi oleh Kabag.  Selain itu dalam rapat itu juga, dilakukan sesi diskusi dan dialog, dimana seluruh staf dipersilahkan menyampaikan pertanyaan, saran, usulan, maupun masukan berkaitan dengan aktivitas penyelenggaraan tugas di Bagian Pemerintahan (aws)

Baca Selengkapnya...

Senin, 04 Juni 2012

Saleh Mahifa, Nahkoda Baru Bagian Pemerintahan


Pemkot  Tidore Kepulauan pada bulan mei  lalu tepatnya tanggal 7 Mei 2012,  telah melakukan mutasi  beberapa Pejabat Daerah.  Pelantikan  pejabat dilakukan langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan – Drs. H. Achmad Mahifa bertempat di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota Tidore Kepulauan.  Diantara pejabat yang dilantik tersebut adalah Kepala Bagian Pemerintahan Setda atas nama Drs. Saleh Mahifa menggantikan Hamid Abdullah, S.IP.  Mantan Kabag Pemerintahan selanjutnya dipromosikan menduduki jabatan eselon II sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Beberapa jabatan strategis lainnya yang juga mengalami pergantian pucuk pimpinan, diantaranya adalah  Kepala Bappeda diisi oleh Ir. Tamrin Fabanyo, M.TP yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan.  Tamrin menggantikan Drs Idris Dukomalao yang memasuki usia pensiun.  Posisi Dinas Tata Ruang dan Kebersihan diisi oleh mantan Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum – Yunus Badar, ST.

Yang menarik juga adalah,  Jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang sebelumnya hangat dibicarakan, akhirnya terjawab dengan ditetapkannya Husain Ibrahim, ST  sebelumnya menjabat sebagai Asisten 2 Setda sebagai Kadis PU yang baru.   Posisi Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga juga beralih dari Anwar Husen, S.Pd kepada pejabat baru Yakub Husain, S.Pd.  Anwar Husen selanjutnya diplot mengisi pos baru sebagai Asisten 2.   Sementara itu M. Tahir Wanboko, S.IP mantan Kepala BKD mendapat tempat baru sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Pemerintahan menggantikan Jabir Ibrahim, SH, M.M.

Eselon III lainnya yang mengalami pergeseran adalah jabatan Camat Tidore yang  ditinggalkan Drs. Saleh Mahifa ditempati oleh Mantan Camat Oba Tengah – Daud Muhammad, S.IP.   Posisi Camat Oba Tengah akhirnya ditempati oleh Sekcam- Yunus Musa, S.IP. (aws)


Baca Selengkapnya...